28/03/18

Mimpi Buruk

Frau Frieda memiliki kemampuan Lucid Dream yang membuatnya mampu berkelana dalam mimpi dengan sepenuh kesadaran.

Hari itu ia bermimpi melihat seorang manusia yang harus menempuh puluhan kilometer hanya untuk mencari sisa plastik dan botol bekas di bak sampah perumahan gedongan ketika siang hingga sore hari.

Kesal dengan hal menyedihkan tersebut, ia melompat ke malam hari. Ternyata, orang yang sama sedang meringkuk kedinginan di emperan toko hanya beralas koran dan berbantal karung berisi sampah yang ia kumpulkan sejak siang hingga petang.

Menjauh seratus lompatan ke arah barat, ia jumpai bedeng-bedeng bambu dan bangunan sederhana dengan lampu temaram tempat puluhan wanita menjual diri di pinggir stasiun.

Sepelemparan batu ke arah selatan, berdiri bangunan megah berhias lampu-lampu yang di dalamnya ada kamar hangat dan makanan yang cukup untuk -paling sedikit- dua ratus lima puluh orang. Akan tetapi, tidak semua orang dapat masuk ke sana, apalagi manusia-manusia pinggir seperti yang ia jumpai sebelumnya.

Kesal dengan serangkaian mimpi menyedihkan tersebut, Frieda memutuskan untuk bangun dari tidurnya.

Peluh membasahi wajahnya oleh sebab didera kecemasan yang sedemikian menyesakkan. Ternyata sepanjang perjalanan, ia tidak pernah tidur.